Kuliner Yuk! Mencicipi Sate Klathak Legendaris Di Jogja

12.04.00


Sebenarnya saya bukan penggemar sate Kambing, namun saya ingin mencoba mencicipi sate kambing yang legendaris ini selagi saya traveling di Jogja. Sate Klathak, merupakan kuliner legendaris di jogja. Kenapa disebut sate klathak? karena sate kambing yang ditusuk menggunakan jeruji besi ini ketika dibakar akan berbunyi "klathak..klathak.." terlebih ketika ditaburi bumbu garam. Sate Klathak ini menjadi pelopor ikon kuliner di Jogja, dan seringkali menjadi destinasi kuliner wisatawan domestik maupun mancanegara. Seiring berjalannya waktu, warung sate klathak mulai banyak ditemui di Jogja, dan salah satu warung sate klathak yang tersohor adalah Sate Klathak Pak Pong yang terletak di Imogiri Bantul.

Awalnya saya tidak berani berekspektasi tinggi ketika sampai di Sate Klathak Pak Pong ini, karena bau ‘prengus’ kambing tercium di setiap sudut rumah makan ini. Saya gambling aja memesan beberapa menu andalan, mulai dari sate klathak,  kicik, tongseng kepala kambing, sate kecap, nasi beserta es teh sebagai pelepas dahaga.



Mas nya uda sangat ahli banget membakar sate yang ditusuk dengan jeruji besi
Some of their menu
Malam itu sekitar pukul 8 malam, suasana rumah makan sangat sangat ramai, dan pramusaji sudah berpesan pada saya untuk sabar menunggu selama 1 jam lamanya. Saya dan teman saya mengiyakan saja karena cacing-cacing di dalam perut kami sudah teriak meminta diisi (meskipun harus menunggu 1 jam lagi). Kami berdua membunuh waktu dengan merancang rencana perjalanan dan daftar kuliner apa saja yang ingin dicoba selama liburan.

Suasana rumah makan sekita pukul 20.00, ngga terlalu ramai sih
Setelah 1 jam kami membujuk cacing diperut untuk tidak teriak terlalu kencang, akhirnya pesanan kami datang. Untuk pertama kalinya, saya mencicipi sate klathak terlebih dahulu. Surprisingly the taste is VERY VERY VERY DELICIOUS!!!!. Daging kambingnya matang sampai dalam, karena dibakar menggunakan tusuk jeruji besi dan yang paling spesial adalah DAGINGNYA NGGAK BAU! Karena selama ini saya anti sate kambing karena bau nya yang susah hilang.

Menu that we ordered

The Legend Sate Klathak


Setelah makan, saya iseng bertanya bumbu rahasia apa yang dipakai ke mas-mas yang sedang membakar sate. Ternyata, sate klathak di bakar hanya dengan bumbu sejumput garam dan disajikan dengan kuah yang rasanya gurih, tidak sekental kuah gule loh ya. Oiya, daging kambing yang digunakan sebagai sate adalah daging kambing muda, jadi rasanya masih empuk dan tidak bau.


Kicik

Tongseng Kepala Kambing
Menu sate manis, saya kurang suka karena rasanya masih alot dan kurang nendang seperti sate klathak nya. Tapi saya jatuh cinta sama tongseng kepala kambing dan kicik nya, taste like heaven earth deh, entah bagaimana mereka bisa mengolah dagingnya sampai bau ‘prengus’ khas kambing itu bisa hilang ditelan bumi.

Katanya sih, Tengkleng disini rasanya juga nggak kalah enak, namun menu tersebut sudah habis. Untuk harga makanan dan minuman nya sih standar dan murah banget, sebanding dengan rasa yang didapat lah. Oiya, karena proses pelayanan nya yang bisa dibilang sangat lama, saya menyarankan untuk makan di Malam hari aja, sekitar jam 19.30-20.00. Pada jam tersebut, waktu tunggu nya hanya sekitar 1 jam.

Bon Appetite!!

Makan Berdua:
Sate Klathak (22K, isi 2 tusuk)
Nasi Putih 2 Porsi (8k)
Kicik (25k)
Tongseng Kepala Kambing (28)
Sate Kecap (22k)
Es Teh (5k)

You Might Also Like

3 komentar

  1. Kalau aku waktu itu nyobain sate klatak pak untung di Imogiri . Mungkin lain kali kamu bisa coba juga.

    aku belum pernah nyobain yang pak pong sih, kalau kata temenku masih mending di pak untung. Mungkin bisa dicoba lain kali juga :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. NOTED, kebetulan banget aku seneng bolak balik jogja ndu...ada beberapa kuliner yang belum sempet tak cicip juga soale

      Hapus
    2. Aku udah nyoba sate klathak pak pong dan ternyata bener kata temenku masih lebih enak sate klathak pak untung yang aku coba lima tahun lalu :))

      Hapus