Day-1, Keasyikan Foto Di Changi, Nyaris Ketinggalan Pesawat Ke Korea

14.39.00

My Seoul Travel Mate

It’s D Day! Karena terlalu excited karena besok akan berangkat ke Seoul, saya dan adik saya tidak bisa tidur karena membayangkan bagaimana keseruan perjalanan kami disana. Kali ini, saya memilih airport style yang simple banget karena saya mikirnya akan menempuh 12 jam perjalanan menuju Seoul, sebisa mungkin memakai pakaian yang senyaman mungkin dan bisa mengantisipasi dinginnya suhu di Seoul di musim dingin. Pilihan saya jatuh pada kaos hitam andalan saya dari Uniqlo yang bahannya enak banget dan murah, dipadu dengan jeans dan outer hitam jadilah saya memakai baju serba hitam ketika berangkat. Coat nya saya tenteng dan saya hanya membawa 1 jenis sepatu, boots yang saya pakai, ini menjadi salah satu tips untuk menghemat bagasi ketika pulang nanti, biar muat semua hasil hunting skin care disana, hahahaha.

My Airport style. Boots dan sling bag merk lokal ajah, murah dan kualitas oke!
Penerbangan kami menggunakan Singapore Airlines dijadwalkan sekitar jam 10 pagi, saya dan adik saya berangkat pukul 6.30 pagi untuk mengatisipasi kalau saja ada kemacetan yang tidak diinginkan hahaha. Kami berkumpul di Terminal 2 Juanda sekitar pukul 07.30 untuk last briefing, pengecekan dan chek in di Bandara. Sebenarnya saya parno banget berpergian menggunakan pesawat, well lebih karena kecelakaan pesawat Lion Air sebelumnya, Bismillah, saya berusaha mengalihkan pikiran ini dengan fokus pada bayangan betapa menyenangkan perjalanan saya nanti. Saya mengadopsi tips tersebut dari beberapa artikel yang saya baca sebelum berangkat, well prepared banget lah untuk grand trip ini, hehehe. 
Before Take off
Suasana pesawat sebelum take off  ke Changi
Saya akui, Singapore Airlines tu KEREN BANGET!! PELAYANAN JUARA! Nggak salah kalau mereka menjadi maskapai nomor 1 di dunia tahun 2019 berdasarkan Majalah Forbes. Sebelum kami take-off, pramgara/i akan berkeliling membagikan hot towel buat kita, yang saya sendiri ngga paham fungsinya buat apa hahaha. Setelah saya membaca di beberapa artikel, hot towels dari maskapai biasanya disediakan hanya untuk penumpang business class saja,  berbeda dengan SG Airlines yang memberikan hot towels ke penumpang economy class. Oiya, safety instruction di SG Airlines tu beda dari airlines lain yang menggunakan peragaan dari pramugara/I, tapi menggunakan video yang ngga bikin bosen tapi tetep nyampe pesan instruksi keselamatannya (kalian bisa lihat disini). Perjalanan dari Juanda-Changi ditempuh dalam waktu 2 jam, dan di satu jam awal penerbangan kami sudah diberi set lunch meal.
Menu yang ada di pesawat jika kalian memesan in flight meals

Lunch set meal komplet. Air minum bisa re-fill

Enaknya menggunakan SG Airlines tuh, jauh hari sebelum berangkat kita bisa memilih menu makanan yang akan kita dapatkan nanti selama perjalanan. Banyak sekali varian menu yang bisa kita pilih, mau inflight meal yang berarti sesuai dengan menu yang disediakan pesawat sampai halal menu yang khusus untuk orang muslim yang pastinya semua bahannya di jamin halal. Saya dan adik saya memilih halal menu untuk perjalanan kami. Set lunch pertama yang kami dapat dalam perjalanan ke Singapore berisi salad, main course yang berupa kari ikan dan sayuran, cake sebagai desert, roti bulat dan air putih. Rasanya khas kari ala ala gitu dan enak!. Kami juga bisa request minuman ketika trolley makanan mulai jalan, kami mendapat lunch lebih dahulu karena kami memesan makanan yang spesifik berbeda dari mayoritas kebanyakan yang biasanya memilih inflight meal.

MOML itu kode kalau ini Moslem Meal
Isi main course nya semacam kari Ikan dan sayuran, rasanya enak even tampilannya kurang menarik
Tepat setelah makan siang, pesawat mengalami turbulence yang lumayan kenceng, sampai all crew disuruh duduk semua. Alhasil setelah turbulence berlalu, saya langsung mabuk udara dan drama babak pertama dimulai, saya muntah karena pusing pasca turbulence. Sesaat setelah landing saya langsung buru-buru ke kamar mandi untuk kumur dan sekalian wudhu karena berencana sholat di penerbangan selanjutnya. Toilet Changi BERSIH tapi sayangnya ngga ada shower spray ataupun spray di toilet yang biasanya buat cebok, mulai dari sini kami menggunakan tissue basah untuk mensucikan diri.

Salah satu fasilitas seru di Changi Airport

hahahahhaa
Changi Airport benar-benar membuat kami terpana, karena luasnya dan banyaknya fasilitas canggih yang kita temui disini. Lebih dari sekedar airport dan mall, maklum lah yaa, ini merupakan kali pertama saya mampir ke Changi Airport.  Kami harus pindah pesawat di terminal yang berbeda, dan dari terminal sebelumnya, kami tinggal menggunakan skytrain. Nah sayangnya karena terlalu asik foto dan bermain di bandara, kami tertinggal skytrain pertama dan harus menunggu sekitar 10 menit untuk skytrain selanjutnya. Lanjut bermain dan foto sembari menunggu skytrain tiba, dan HOOP! kami sudah di dalam skytrain. Sepanjang perjalanan, kami disuguhi pemandangan kota Singapore yang bersih BANGET dan teratur. Kami mengira kalau jadwal penerbangan kami masih agak lama, tapi…..

Foto rempong ini yang ending nya bikin kita NYARIS ketinggalan pesawat
Ternyata ketika sampai di gate, para petugas NYARIS menutup gate dan mengumumkan last call untuk penerbangan kami. Wadidaw!! Kami langsung berhamburan berlarian menuju security check yang agak panjang dan rempong karena saya harus melepas boots saya. Kami berlarian kesetanan untuk segera masuk ke pesawat, ya Allah, NYARISSSSSS banget kami ketinggalan penerbangan ke Seoul. Alhamdulillah, Allah Maha Baik. Kami berlima menetertawakan kebodohan diri yang terlalu santai saat transit tadi, hahaha. Penerbangan dari Singapore-Seoul ini mayoritas diisi oleh penumpang warga negara Korea Selatan, jadi sudah berasa banget feel liburan ke Seoul. Saya duduk terpisah dengan adik saya, beda baris tapi tetap di window seat. Seperti penerbangan sebelumnya, kami disuguhkan fasilitas yang kurang lebih sama dengan tambahan selimut dan bantal.

Disini isinya film-film up to date LENGKAAP!! plus bisa dengerin lagu juga
Penerbangan selama 8 jam, saya habiskan untuk menonton film, tidur ayam (tidur-melek lagi gitu), dan makan ketika jam makan sudah tiba. Makan malam kali ini, saya mendapat menu Lamb chop bumbu lapis gitulo, sama sayuran. Rasanya enak kok, daging lamb nya lembut banget dan kali ini kami mendapat dessert special berupa ice cream chocolate yang YUMMY! (Alhamdulillah halal, karena ada label halal dari semacam sertifikasi makanan halal Singapore gitu).

Lamb Curry nya SO YUMMY! soalnya ga bau, dagingnya empuk banget!

Penampakannya emang kurang menarik, tapi rasanya ga usah di raguin

YEAAYY!! A dessert!

That's why, I always choose to sit it window seat. Love to see the color of the sky
Akhirnya kami landing di Incheon International airport pukul 10 malam, banyak sekali yang kami urus karena kami mengejar kereta terakhir ke penginapan kami di daerah Hongdae. Setelah proses di Imigrasi, kami langsung menuju tempat persewaan wifi pocket yang sebelumnya sudah kami booked. Ada banyak pertimbangan sampai akhirnya kami memilih untuk sewa wifi pocket selama liburan ini, nanti saya ceritakan di postingan lain. Setelah WiFi Pocket sudah ditangan, kami langsung menuju stasiun kereta bandara untuk mengisi T-Money, semacam electronic money yang digunakan untuk membayar transportasi selama di Seoul.



Pemeriksaan di Imgrasi Incheon 

Selesai mengisi T-Money, kami langsung berjalan beriringan menunggu di peron yang sesuai. Saya sendiri masih tidak menyangka bisa kembali lagi mengunjungi Seoul setelah kunjungan pertama saya di 2014 lalu. Menyenangkan, melihat betapa maju nya teknologi dan system transportasi disini. Perjalanan menuju penginapan dari stasiun Hongik University membutuhkan waktu 15 menit dengan jalan kaki. Bisa dibayangkan, tengah malam kami berlima berjalan sembari menggeret koper masing-masing yang agak berisik, hehehe. Tapi kami tidak sendiri, kami juga menemui beberapa turis asing yang sedang membawa koper seperti kami, mungkin karena daerah Hongdae ini sudah terkenal menjadi destinasi turis terlebih anak-anak muda. Perjalanan hari pertama saya penuh dengan drama, hahaha. 


It was amazing-incredible journey since that was my first time being a truly backpacker in Seoul because back on 2014, I got a guide from Pusan University, my lovely Jenny Unnie.

That’s a wrap for my first day in Seoul. I stayed in Seoul for 7 days, see you on another post about my trip in Seoul.

You Might Also Like

0 komentar